-
Tampilkan postingan dengan label METODE RISET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label METODE RISET. Tampilkan semua postingan
Jurnal : Pengaruh Analisis Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Keripik Pedas Maicih
21.18 |
Label:
METODE RISET
Read User's Comments(0)
METODE RISET : BAB IV DAN BAB V
07.46 |
Label:
METODE RISET
BAB IV ANALISA DAN HASIL PENELITIAN
5.1 Analisis Deskriptif
Penelitian ini mengamati variable bebas (independent variabel) yaitu variable produk (X1), variable harga (X2), variable saluran distribusi (X3) dan variable promosi (X4) dan juga mengamati variable terikat (dependent variabel) yaitu variable Y, keputusan pembelian.
5.2 Pengujian Hipotesis
Pengaruh variable independen terhadap variable dependen diuji dengan tingkat kepercaraan (confidence interval) 95% atau α = 0,05. Criteria pengujian hipotesis untuk uji serempak adalah :
Ho : B1, B2, B3, B4 = 0 (strategi bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi dan promosi secara serempak tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian keripik pedas Maicih oleh konsumen Universitas Gunadarma).
Ha : B1, B2, B3, B4 ≠ 0 (strategi bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi dan promosi secara serempak berpengaruh terhadap keputusan pembelian keripik pedas Maicih oleh konsumen Universitas Gunadarma)
Y = B0 + B1X1 + B2X2 + B3X3 + B4X4 + e
Berdasarkan table di atas, maka persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini sebagai berikut :
Koefisien regresi konstanta adalah 4,533 artinya bahwa tingkat kepuasan pembelian keripik pedas maicih oleh konsumen dipengaruhi oleh strategi bauran pemasaran sebesar 4,533. Sedang koefisien regresi semua variable bebas bertanda positif ini bearti bahwa factor strategi bauran pemasaran mempunyai hubungan yang positif dengan tingkat keputusan dalam membeli keripik pedas maicih, artinya mempunyai hubungan searah.
5.3 Uji Serempak (Uji F)
Untuk menguji hipotesis secara serempak digunakan statistic F (uji F). Rumus yang digunakan untuk statistic F (uji F) (Sugiyono, 2002), adalah:
Dimana:
R2 = Koefisien korelasi ganda
k = Jumlah variable independen
n = Jumlah anggota sample
Jika F hitung < F table, maka Ho diterima (Ha ditolak) dan jika F hitung > F table, maka Ho ditolak (Ha diterima) tolak pada α = 0,05
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Variable strategi bauran pemasaran yang terdiri dari: produk, harga, saluran distribusi dan promosi secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap keputusan pembelian keripik pedas maicih oleh mahasiswa universitas Gunadarma khususnya 3EA01. Makna high significant menunjukan bahwa keputusan pembelian keripik pedas maicih sangat dipengaruhi oleh strategi bauran pemasaran yang diterapkan oleh pemilik maicih, yang bearti semakin baik strategi pemasaran, maka akan semakin tinggi keputusan pembelian keripik pedas maicih.
5.2 Saran-saran
Dari kesimpulan yang telah diuraikan diatas, maka peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:
Sehubungan dengan variable strategi bauran pemasaran yang terdiri dari: produk, harga, saluran distribusi dan promosi secara serempak mempengaruhi keputusan pembelian keripik pedas maicih, maka disarankan agar maicih dapat lebih meningkatkan lagi strategi bauran pemasaran maka akan semakin tinggi keputusan pembelian keripik pedas maicih.
BAB III "Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Keripik Pedas Maicih"
08.37 |
Label:
METODE RISET
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen yang beralamat di jalan akses UI.
3.2 Desain Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan riset conclusive yang bersifat kausal, yakni mempelajari hubungan sebab akibat antara variable independen terhadap variable dependen, atau dengan kata lain hubungan sebab akibat antara variable bauran promosi terhadap variable keputusan pembelian.
3.3 Populasi dan Sample
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen keripik pedas maicih di Universitas Gunadarma. Sedangkan sample yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas 3EA01. sample tersebut diambil berdasarkan pertimbangan bahwa kelas 3EA01 merupakan kelas yang dapat mewakili populasi.
3.4 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berasal dari data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari narasumber yaitu pemilik keripik pedas maicih, Reza Nurhilman dan responden yang merupakan konsumen keripik pedas Maicih. Serta data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari buku-buku yang relevan dengan topic yang dibahas.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara atau mengajukan pertanyaan secara lisan untuk mendapatkan informasi dan melalui studi pustaka yang merupakan pengumpulan data dari buku-buku literature yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti.
3.5 Analisis Data
3.5.1 Metode Analisis Deskriptif
Metode deskriptif yaitu suatu metode dimana data yang diperoleh, disusun, dikelompokan dan kemudian dianalisis sehingga memperoleh gambaran tentang masalah yang dihadapi.
3.5.2 Metode Analisis Statistik
Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda yang digunakan untuk memprediksi pengaruh antara variable bebas (Produk, Harga, Tempat/distribusi dan Promosi) terhadap variable terikat (jumlah konsumen).
Y = B0 + B1X1 + B2X2 + B3X3 + B4X4 + e
Keterangan :
Y = peningkatan jumlah pelanggan
B0 = konstanta
B1 … B4 = koefisien regresi X1; X2; X3; X4
X1 = variable produk
X2 = variable harga
X3 = variable tempat
X4 = variable promosi
E = error
BAB II "Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Keripik Pedas Maicih"
21.10 |
Label:
METODE RISET
BAB II TEORI-TEORI
2.1 Uraian Teoritis
A. Pengertian Pemasaran
“Pemasaran (marketing) adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain (Philip Kotler 1997:8) ”.
B. Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran, dimana ada 4 unsur dari bauran pemasaran yang dipopulerkan Jerome E. Mc Carthy (1997:82) yang disebut 4P yaitu :
1. Produk
Produk merupakan alat bauran pemasaran yang paling mendasar yang terdiri dari keankeragaman produk, kualitas, design, bentuk, merek, kemasan, pelayanan, jaminan dan pengembalian atau juga merupakan kebutuhan dan keinginan pembeli.
2. Harga (price)
Jumlah harga yang dibayar pelanggan untuk produk tertentu, harga harus sebanding dengan penawaran nilai kepada pelanggan. Komponen harga terdiri dari daftar harga, rabat, potongan, syarat, dan jangka waktu pembayaran.
3. Tempat/distribusi (place)
Distribusi merupakan bagian kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produk dan diperoleh dengan mudah dan tersedia bagi pelanggan sasaran. Distribusi terdiri dari saluran, ruang lingkup, penyortiran, lokasi, persediaan dan pengangkutan.
4. Promosi (promotion)
Promosi adalah alat bauran pemasaran keempat merupakan komunikasi yang meliputi kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan dan mempromosikan produknya kepada pasar sasaran.
2.2 Hipotesis penelitian
Berdasarkan uraian di atas yang melatarbelakangi penelitian ini, landasan teori dan tujuan penelitian maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut : terdapat hubungan positif antara variable-variabel bauran pemasaran yang terdiri atas produk, harga, tempat dan promosi terhadap keputusan pembelian keripik pedas Maicih.
2.3 Pengembangan Hipotesis
Bauran pemasaran sebagai variable bebas yang terdiri dari variable-variabel lainnya seperti produk, harga, tempat dan promosi dapat mempengaruhi keputusan pembelian keripik pedas Maicih sebagai variable terikat. Melalui penelitian dan pengamatan yang dilakukan, didapat bahwa produk maicih yang mempunyai keunikan rasa yang pedas mampu membuat kripik maicih menjadi trend camilan dan mulai digemari, selain itu harganya juga terjangkau bagi semua kalangan. Dalam promosinya, maicih menggunakan media jejaring social seperti facebook dan twitter yang memudahkan komunikasi terhadap konsumen. Pendistribusian produk maicih ini dilakukan secara mobile, sehingga semua wilayah dapat dijangkau. Dari pengaruh keempat variable itulah yang mempengaruhi keputusan pembelian keripik pedas maicih.
2.4 Pengembangan Faktor-faktor yang mempengaruhi Penjualan keripik pedas Maicih
1. Dari segi produk, Maicih camilan khas bandung ini mempunyai keunikan yaitu rasanya yang sangat pedas dan memiliki level atau tingkat kepedasan, mulai dari level 1 sampai level 10 dan level 10 merupakan level yang paling tinggi tingkat kepedasannya. Selain itu variasi produk yang disugguhkan Maicih bukan hanya keripik singkong melainkan ada macaroni lidi, macaroni lamvion, macaroni hileud, seblak, basreng dan gurilem dengan rasa yang tak kalah pedas. Keunikan rasa pedas inilah yang membuat maicih menjadi camilan yang digemari oleh semua orang.
2. Dari segi harga, maicih mematok harga yang cukup terjangkau bagi kantong pelajar, yaitu Rp. 15.000 – Rp. 18.000 untuk keripik singkong, tergantung dari level tersebut, semakin tinggi levelnya, harganyapun semakin mahal, untuk jenis gurilem dan basreng dipatok harga Rp. 15.000.
3. Dari segi tempat atau distribusi, dalam pendistribusian produknya maicih memakai strategi mobile, penjualannya tidak menetap di suatu tempat/toko, bahkan kita tidak bia menemukannya di warung-warung kecil, minimarket atau supermarket, namun penjualannya dilakukan memakai mobil/motor yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan agar semua konsumen di berbagi wilayah mampu. Tujuan penjualannya dilakukan secara mobile, bukan didistribusikan melalui minimarket atau supermarket agar harganya tidak terlalu tinggi.
4. Dari segi promosi, produk Maicih dipromosikan melalu jejaring social seperti facebook dan twitter dengan bantuan teknologi internet, maicih sudah menggunakan E-Bussines yang mampu mengembangkan dan membangun citra diri menjadi camilan eksklusif. E-bisnis sendiri dikenal juga dengan e-commerce dan e-tailling (untuk retail) yang merupakan suatu cara atau tipe bisnis yang menggunakan jasa media elektronik (internet) sebagai mediator pemasaran baik untuk produk barang maupun jasa.
2.5 Tinjauan Penelitian terdahulu
Mengutip dari jurnal yang disusun oleh I Gusti Ketut Sri Ardani, mengemukakan bahwa Menurut Kottler dan Arm Strong (1997: 47), bauran pemasaran adalah sebagai seperangkat variable pemasaran, yang dapat dikendalikan dan dipadukan perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan di dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran terdiri atas segala sesuatu yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mempengaruhi permintaan terhadap produknya. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud dalam definisi tersebut adalah keputusan dalam empat variable, yaitu produk, harga, distribusi, dan promosi.
Mengutip dari jurnal yang sama mengenai pengaruh variable bauran pemasaran yang terdiri atas produk, harga, tempat dan promosi terhadap penjualan, mengemukakan bahwa strategi pemasaran bukan hanya bauran pemasaran atau empat unsur P (product, price, place, dan promotion), tetapi untuk menerapkannya harus terlebih dahulu dipilih siapa target pasar yang akan dituju, apakah cukup anggaran untuk melaksanakan kegiatan pemasaran itu, dan apakah waktu memasarkannya tepat waktu. Hal itu penting karena kalau waktunya tidak cocok atau tepat, maka semuanya akan sia-sia (Yoeti (2002: 107))
Metode Riset 3 : Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Keputusan Pembelian Keripik Pedas Maicih
02.11 |
Label:
METODE RISET
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman kulinernya, salah satunya adalah camilan. Camilan bisa bermacam-macam jenisnya, mulai dari camilan buah, makanan kering, sampai keripik dengan berbagai pilihan rasa yang ditawarkan seperti gurih, asin, manis, dan pedas. Semua kalangan sangat menggemari camilan, karena penggemar camilan begitu banyak, maka ini dapat dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan. Usaha camilan ini menguntungkan karena modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar, produknya dapat bertahan lama, membutuhkan ruangan yang kecil, variasinya banyak serta pengelolaannya yang mudah.
Peluang ini sudah lama dilihat oleh Reza Nurhilman, sang pemilik usaha keripik pedas “Maicih”, sejak setahun yang lalu dia merintis usaha keripik pedas Maicih yang hanya bermodalkan 15 juta rupiah tersebut telah berkembang pesat dan omsetnya mencapai 4 Milyar rupiah setiap bulannya, selain itu ia mampu memproduksi 2000 bungkus maicih perharinya dan selalu habis terjual. Kesuksesan Maicih yang instan tersebut terbentuk dari usaha Reza sang pemilik membangun bisnis ini menjadi besar dengan menerapkan salah satu bentuk strategi pemasaran yang mampu mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian keripik pedas Maicih yaitu penggunaan strategi bauran pemasaran yang meliputi strategi produk, harga, tempat dan promosi yang baik.
Strategi pemasaran keripik pedas Maicih yang dilakukan oleh Reza sang pemilik, akan dipersepsikan oleh konsumen melalui variabel strategi bauran pemasaran yang terdiri dari produk, seperti kualitas yang ditawarkan dengan tingkat rasa pedas yang berbeda, merk serta kemasan produk dengan harga yang relative terjangkau dan strategi saluran distribusi/tempat yang nomaden sehingga mampu menjangkau konsumen di seluruh wilayah serta didukung komunikasi bisnis dengan konsumen melalui jejaring social seperti twitter, facebook dan website yang mampu menyambungkan komunikasi secara mudah dan efisien.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dirumuskan masalah sebagai berikut : sejauh mana pengaruh strategi bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi/tempat dan promosi terhadap keputusan pembelian keripik pedas Maicih.
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui dan menganalisis pengaruh strategi bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi/tempat dan promosi terhadap penjualan keripik pedas Maicih.
1.4 Kerangka Berpikir
Hubungan strategi bauran pemasaran (marketing mix) dengan keputusan pembelian adalah berkaitan. Menurut Kotler (2000) “Rangsangan pemasaran (marketing stimuli) yang terdiri atas produk, harga, saluran distribusi/tempat dan promosi masuk ke dalam kesadaran pembeli dan akan mempengaruhi pengambilan keputusan pembeli”.
Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi/tempat dan promosi merupakan seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pasar sasaran. Cravens (2000) menyatakan “Strategi bauran pemasaran (marketing mix) merupakan bagian integral dari strategi bisnis yang memberikan arah pada semua fungsi manajemen suatu organisasi”.
Berdasarkan kepada teori-teori dan pendapat para pakar yang tersebut di atas maka dapat disusun sebuah kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Analisis jurnal 3 (new) : Analisis Strategi Penetapan Harga dan Promosi dalam Meningkatkan Volume Penjualan Syrup Markisa Pyramid Unta pada PT. Pintu Besar Selatan Medan.
04.53 |
Label:
METODE RISET
Judul : Analisis Strategi Penetapan Harga dan Promosi dalam Meningkatkan Volume Penjualan Syrup Markisa Pyramid Unta pada PT. Pintu Besar Selatan Medan.
Pengarang, Tahun : Fitri Mutia Ningrum, 2006
Tema : Pengaruh Promosi terhadap Volume Penjualan
Latar Belakang Masalah :
Promosi sebagai salah satu unsure marketing mix merupakan sarana komunikasi persuasi perusahaan kepada konsumen yang bertujuan untuk memperkenalkan produk dan jasa serta penyampaian pesan yang baik mengenai perusahaan dan produk yang dihasilkan sehingga konsumen akan tertarik untuk membeli. Promosi juga merupakan suatu strategi pemasaran yang paling efektif untuk menghadapi persaingan sehingga tujuan perusahaan untuk memperoleh laba yang maksimal dapat dicapai melalui peningkatan volume penjualan. PT. Pintu Besar Selatan Medan merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang industry pemasaran produk syrup markisa. Proses penyediaan bahan baku, pengolahan sampai pemasaran dilakukan sendiri oleh perusahaan, variable harga dan promosi ini mempunyai peranan yang penting dalam kegiatan pemasaran serta peningkatan volume penjualan.
Masalah :
Apakah strategi penetapan harga dan promosi yang ditetapkan perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan syrup markisa pyramid unta pada PT. Pintu Besar Selatan Medan ?
Tujuan :
Untuk megetahui apakah promosi yaitu melalui periklanan, penjualan pribadi, promosi penualan dan publisitas yang dilakukan perusahaan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap volume penjualan perusahaan.
Metodologi penelitian
Data dan sample : data diperoleh dari dokumen PT. Pintu Besar Selatan Medan dengan mengambil sampel volume penjualan syrup markisa pyramid unta pada periode tahun 2000 sampai 2004.
Alat analisis : program SPSS
Teknik pengumpulan data : wawancara, penelitian kepustakaan serta melalui dokumen PT. PIntu Besar Selatan Medan
Variable penelitian : periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan dan publisitas (variable bebas) serta volume penjualan (variable terikat)
Tahapan penelitian :
- Survey ke perusahaan
- Penelusuran pustaka
- Pengolahan data
Analisis dan hasil :
Penilaian pengaruh biaya promosi terhadap hasil penjualan perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda, yang dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil perhitungannya sebagai berikut :
Y = -4872963,4 + 209,5 X1 – 30,9 X2 + 352,56 X3 – 40,72 X4 + e
Berdasarkan persamaan regresi berganda tersebut, dapat dilihat bahwa ternyata hanya variable periklanan dan variable penjualan pribadi berpengaruh positif terhadap volume penjualan dan variable promosi penjualan dan variable publisitas berpengaru negative terhadap volume penjualan dan variable penjualan pribadi paling berpengaruh terhadap variable volume penjualan.
Rekomendasi dan implikasi
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penjualan pribadi dan periklanan berpengaruh besar terhadap volume penjualan, mengandung implikasi bahwa penetapan promosi berupa penjualan pribadi serta periklanan mempunyai peranan penting dalam peningkatan penjualan.
Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada hubungannya dengan kegiatan promosi yang dilakukan oleh PT. Pintu Besar Selatan
Langganan:
Postingan (Atom)









